KOMPASS-SUMATERA

Home » Uncategorized

Category Archives: Uncategorized

Masalah-Masalah Yang Sering Dialami Mahasiswa

1491513498794

Selamat datang di website resmi Komunitas Mahasiswa Papua Se-Sumtera (KOMPASS). Berikut Micky Papua akan menguraikan beberapa point yang berkaitan dengan masalah-masalah yang sering dihadapi mahasiswa dalam perkuliahan. Semoga informasi ini dapat membantu kita semua. AminKondisi Fisiologis

  1. Kondisi fisiologis

Mahasiswa terdapat dua macam, yaitu kondisi fisiologis yang bersifat umum dan yang bersifat khusus. Kondisi fisiologis umum berpengaruh dalam menunjang proses belajar mahasiswa. Mahasiswa yang segar jasmaninya serta kondisi kesehatan terawat dengan baik, akan meningkatkan kemampuan belajarnya. Kondisi fisiologis khusus melibatkan cara memfungsikan panca indera saat proses belajar berlangsung, terutama penglihatan dan pendengaran. Mahasiswa yang kondisi fisiknya lemah, sering sakit-sakitan, cacat salah satu atau beberapa dari panca indera, prestasinya juga akan kurang dibandingkan dengan anak yang normal. Maka perlulah diperhatikan kondisi fisik mahasiswa yang belajar.

  1. Kondisi Psikologis

Setelah diterima sebagai mahasiswa, merupakan suatu keharusan bahwa kondisi psikologis harus benar-benar dipersiapkan. Hal ini perlu disadari, oleh karena tanpa suatu kesadaran yang mantap, akan berakibat tersendat-sendatnya proses dan keberhasilan belajar yang telah ditetapkan sebelumnya. Saifuddin Azwar (2002) membedakan kondisi psikologis ini dalam 2 kategori, yaitu variabel non kognitif dan kemampuan kognitif. Variabel non kognitif terdiri dari minat, motivasi, dan variabel-variabel kepribadian lainnya. Sedangkan variabel kognitif terdiri atas kemampuan khusus (bakat) dan kemampuan umum (intelegensia).

  1. Kemampuan Pembawaan

Kita ketahui bahwa tidak ada dua orang yang pembawaannya sama. Juga di dalam kemampuan belajar, setiap orang mempunyai potensi kemampuan sendiri-sendiri. Misalnya kemampuan pembawaan berupa kecerdasan. Kecerdasan sangat menentukan kecepatan atau penerimaan pelajaran. Tetapi jelas mahasiswa yang cerdas tanpa memelihara kecerdasannya yakni tanpa belajar dengan teratur, akan berakibat tersendat-sendat perjalanan studinya. Sebaliknya, yang kurang cerdas, tapi belajar rajin, teratur, terjadwal dan terprogram, meskipun tidak secepat kemampuan mahasiswa yang cerdas, akan tetap lancar studinya.

  1. Kemauan Belajar (Minat dan Motivasi)

Tak ada seorangpun yang memungkiri, bahwa tanpa minat dan motivasi tidak akan tercapai hal yang diharapkan. Motivasi adalah penting sekali bagi belajar. Untuk dapat memberi motivasi pada orang yang belajar, kita harus mengetahui dasar psikis dari orang yang belajar. Orang yang belajar adalah orang yang hidup yang telah mempunyai kebiasaan-kebiasaan, kesenangan dan ketidaksenangan, emosi, sikap kecemasan serta ketakutan. Selain itu, manusia datang ke dunia telah mempunyai keinginan-keinginan dan kebutuhan-kebutuhan. Kebutuhan ini makin lama makin meningkat dan makin kompleks.

  1. Sikap terhadap Guru dan Mata Kuliah

Sikap mahasiswa terhadap guru dan mata kuliahnya akan mempengaruhi proses belajarnya. Mahasiswa yang benci terhadap guru tidak akan lancar belajarnya. Mungkin sikap siswa terhadap guru dipengaruhi oleh penampilan dan sikap dari guru yang bersangkutan. Guru yang tidak ramah, selalu muram, dan cara berpakaian yang kurang baik akan mempengaruhi sikap siswa. Demikian pula sikap mahasiswa terhadap mata kuliah juga merupakan faktor penentu keberhasilan belajar.

  1. Bimbingan

Di dalam belajar, mahasiswa butuh bimbingan. Beimbingan ini perlu diberikan untuk mencegah usaha-usaha yang membuta sehingga anak tidak mengalami kegagalan, melainkan dapat membawa kesuksesan. Bimbingan dapat menghindari kesalahan dan memperbaikinya.

  1. Ulangan

Didalam belajar perlu adanya ulangan-ulangan. Hal ini merupakan elemen yang vital dalam belajar. Adanya ulangan ini dapat menunjukkan pada orang yang belajar kemajuan-kemajuan dan kelemahan-kelemahannya. Dengan demikian orang yang belajar akan menambah usahanya untuk belajar. Penting diperhatikan tentang memberitahukan hasil ulangan, dan perlu mediskusikan kesalahan-kesalahan yang terjadi, supaya kesalahan baru tidak diperbuat lagi.

Selain itu juga, ada beberapa masalah lagi yakni:

  1. Schedule kuliah
  2. Schedule organisasi/komunitas yang tidak dapat dimanagement
  3. Faktor lingkungan
  4. Faktor tempat tinggal (asrama/mass/kos)
  5. Faktor keuangan (masalah utama

 

Author: Yosep Papuanus Iyai

 

Advertisements

Pentingnya Budaya

(Oleh: Yosep Papuanus Iyai).

Negara Indonesia adalah negara kultural, yang artinya ditempati atau diduduki oleh masyarakat(rakyat) yang memiliki bermacam-macam kebudayaan. Patut disyukuri, karena walaupun Indonesia di huni oleh beranekaragam budaya, Indonesia masih tetap bisa bertahan sebagai negara yang utuh. Itu semua di karenakan adanya falsafah Indonesia yang disebut Pancasila. Dimana dalam sila ketiga telah disebutkan, yang berbunyi “Persatuan Indonesia”.

Disamping Pancasila, Sumpah Pemuda pun menjadi alat untuk pemersatu bangsa Indonesia.

Pentingnya mempertahankan budaya yang ada di Indonesia, karena mulai masuknya budaya-budaya asing yang masuk ke Indonesia. Kurangnya filterisasi terhadap budaya asing yang masuk ke Indonesia membuat budaya yang ada di Indonesia mulai luntur.

Sebagai contoh yang kongkrit, bila ada hari-hari besar di Indonesia masyarakat sekarang umumnya memperingati dengan cara hura-hura/meminum-minuman keras. Kurangnya kesadaran dan tidak adanya filterisasi menjadi ancaman yang serius untuk kebudayaan di Indonesia. Tak hanya itu, lunturnya kebudayaan di Indonesia disebabkan oleh arus globalisasi yang sangat cepat, dimulai dari tekhnologi, hingga bahasa pun menjadi korban. Kita lihat saja, jarang sekali anak-anak sekarang yang bermain-permainan daerah, yang meraka tahu hanya playstation(PS). Itu contoh yang sangat buruk bagi Indonesia.

Bukan hanya itu banyaknya kebudayaan Indonesia yang diclaim oleh negara lain pun menjadi ancaman yang sangat serius bagi bangsa Indonesia, kurang proteksi dan jarangnya ditampilkan suatu kebudayaan, tersebutlah yang menyebabkan Indonesia telah kehilangan banyak budaya atau di claim oleh negara lain.

Akan tetapi sungguh tidak etis bila kita hanya membicarakan pengaruh-pengaruh yang dapat melunturkan kebudayaan di Indonesia. Kita selaku bangsa dan rakyat Indonesia seharusnya pun sadar, akan pentingnya bentuk suatu kebudayaan. Bukan hanya memahami, akan tetapi mulai dari sekarang mencoba untuk tetap melestarikan kebudayaan-kebudayaan yang ada di Indonesia. Selain itu, harus ditingkatkannya rasa nasionalisme untuk negara Indonesia.

Jangan sampai, kejadian-kejadian yang telah dapat melunturkan kebudayaan terjadi kembali di masa yang akan datang. Jangan pula anak cucu kita, tidak tahu apa itu wayang golek,wayang kulit, tari-tari tradisional, alat musik tradisional. Oleh karena itu, mulailah dari sekarang untuk meningkatkan rasa kebangsaan, dan nasionalisme, agar kita dapat mempertahankan kebudayaan.

Perlunya Melestarikan Budaya

Mari angkat Budaya Papua (Oleh; Yosep Papuanus Iyai)

20131103-041

Budaya adalah suatu warisan dari leluhur atau nenek moyang kita yang tidak ternilai harganya. Negara Indonesia disebut Negara maritim karena dikelilingin oleh banyak pulau, budaya Indonesia sangat banyak dan beraneka ragam,budaya itulah yang seharusnya kita jaga dan kita lestarikan agar tidak punah atuapun diclam oleh Negara lain.

Indonesia Negara yang sangat kaya dan unik,negara Indonesa juga beraneka ragam suku bangsanya. Tapi sangat disayangkan setelah banyak pengakuan dari negara lain bahwa tari pendet,masakan padang,reog diponogoro diclam oleh negara tetangga baru Indonesia merasa itu adalah budaya yang harus dilestarikan. Negara tetangga menjadikan budaya kita sebagai aset pariwisata yang sangat menguntungkan. Mangapa kita tidak melakukan itu? yang berdampak positif bagi Negara kita, Baik dalam bertambahnya pendapatan Negara dan kita juga sudah melestarikan budaya kita sendiri.

Saya sebagai generasi muda ingin sekali memberikan pencerahan bahwa budaya itu perlu dilestarikan salah satunya adalah tidak malu belajar menari dari 30 propinsi yang ada diindonesia dan seandainya kita bisa kita harus mengajarkannya kepada anak-anak yang masih dini karena mereka adalah salah satu generasi bangsa yang akan memimpin negeri kita tercinta ini.

Satu hal lagi yang bisa kita lakukan,memang tidak akan mengalami perubahan besar tetapi dari hal kecil yang kita lakukan kita mendapat perubahan yang besar. Janganlah malu memakai produk dalam negeri bukan berarti produk dalam negeri itu kulitas dan kuantitasnya tidak bagus. Justru produk indonesia banyak disukai oleh Negara tetangga. Buktinya saja batik, banyak sekali turis mancanegara yang membawa cendra mata batik apabila datang keindonesia. Jadi megapa kita harus malu memakai produk dalam negeri? justru itu bisa membantu perekonomian di Negara kita.

Upaya-Upaya Untuk Melestarikan Budaya Asli Indonesia

Bangsa Indonesia terdiri dari beragam suku bangsa dan unsur kebudayaan yang sebagaimana tersirat dalam Bhineka Tunggal Ika yang artinya “ walaupun berbeda – beda tetap satu jua “Kebudayaan lama atau yang sering disebut kebudayaan asli bangsa indonesia dimana kebudayaan ini belum terjamah oleh kebudayaan asing harus tetap kita pertahankan karena ini merupakan suatu kebanggaan atau kekayaan bangsa kita, oleh karena itu agar kebudayaan – kebudayaan asli bangsa indonesia ini tetap ada marilah kita jaga bersama, adapun cara memelihara kebudayaan asli bangsa indonesia adalah sebagai berikut :

  1. Melalui Media Massa

Media massa mempunyai tugas dan kewajiban selain menjadi sarana dan prasarana komunikasi untuk mengakomodasi segala jenis isi dunia dan peristiwa-peristiwa di dunia ini melalui pemberitaan atau publikasinya dalam aneka wujud (berita, artikel, laporan penelitian, dan lain sebagainya) dari yang kurang menarik sampai yang sangat menarik, dari yang tidak menyenangkan sampai yang sangat menyenangkan tanpa ada batasan kurun waktu.

Media massa dan manusia mempunyai hubungan saling ketergantungan dan saling membutuhkan karena masing-masing saling mempunyai kepentingan, masing-masing saling memerlukan. Media massa membutuhkan berita dan informasi untuk publikasinya baik untuk kepentingan media itu sendiri maupun untuk kepentingan orang atau institusi lainnya. Di lain pihak, manusia membutuhkan adanya pemberitaan, publikasi untuk kepentingan-kepentingan tertentu.

Televisi sebagai media publik mempunyai daya tarik yang kuat tidak perlu dijelaskan lagi, kalau radio mempunyai daya tarik yang kuat disebabkan unsur-unsur kata-kata, musik dan sound effect, maka televisi selain ketiga unsur tersebut, juga memiliki unsur visual berupa gambar. Dan gambar ini bukan gambar mati, melainkan gambar hidup yang mampu menimbulkan kesan yang mendalam pada penonton. Daya tarik ini selain melebihi radio, juga melebihi film bioskop, sebab segalanya dapat dinikmati di rumah dengan aman dan nyaman, sedang televisi itu selain menyajikan film juga programa yang lain seperti seni tradisional. Sesuai fungsinya, media massa (termasuk televisi), selain menghibur, ada tiga fungsi lainnya yang cukup penting. Harold Laswell dan Charles Wright (1959) membagi menjadi empat fungsi media (tiga dicetuskan oleh Laswell dan yang ke empat oleh Wright). Keempat fungsi media tersebut adalah:

– Pengawasan (Surveillance)

– Korelasi (Correlation)

– Penyampaian Warisan Sosial (Transmission of the Social Heritage)

– Hiburan (Entertainment)

  1. Pementasan – Pementasan

walau tidak mudah upaya-upaya pelestarian budaya kita harus tetap gencar dilakukan dengan berbagai cara diantaranya adalah pementasan-pementasan seni budaya tradisional di berbagai pusat kebudayaan atau tempat umum yang dilakukan secara berkesinambungan. Upaya pelestarian itu akan berjalan sukses apabila didukung oleh berbagai pihak termasuk pemerintah dan adanya sosialisasi luas dari media massa termasuk televisi. Maka cepat atau lambat, budaya tradisional kembali akan bergairah

  1. Melibatkan peran pemerintah

Mengembalikan peran aparat pemerintah sebagai pengayom dan pelindung, dan bukan sebaliknya justru menghancurkannya demi kekuasaan dan pembangunan yang berorientasi pada dana-dana proyek atau dana-dana untuk pembangunan dalam bidang ekonomi saja .

Dan tugas utama yang harus dibenahi adalah bagaimana mempertahankan, meMlestarikan, menjaga, serta mewarisi budaya lokal dengan sebaik-baiknya agar dapat memperkokoh budaya bangsa yang akan megharumkan nama Indonesia. Dan juga supaya budaya asli negara kita tidak diklaim oleh negara lain.

  1. Menyelenggarakan Mata Pelajaran Muatan Lokal

Dengan Sekolah Menyelenggakan Mata Pelajaran Muatan dan ekstrakurikuler wajib berbasis pelestarian seni budaya setempat, dapat menimbulkan rasa cinta dan bangga memiliki kebudayaan tersebut, dengan demikian para genarasi muda dapat mengetahui kebudayaan – kebudayaan yang ada di Indonesia.

PERTANYAAN DAN JAWABAN:

apa pentingnya melestarikan budaya?

jelas penting, karena budaya adalah aspek terpenting dari negara, budaya bisa menjadi cirikhas sebuah negara, bisa menarik wisatawan asing

siapa yang harus melestarikan budaya?

mulai dari diri sendiri, jika kita tidak cinta budaya kita sendiri, budaya kita akan punah, ya, kesadaran diri sendiri memang sangat sulit jika kita melihat remaja sekarang, mereka justru termakan budaya asing, dan melupakan budaya kita sendiri, mereka menganggap budaya kita itu kuno, ketinggalan jaman, dan tidak asik, tapi masih ada juga yg mencintai budaya indonesia, ada yang memang kemauan diri sendiri, atau paksaan dari orang tua, tapi setidak nya itu masih bisa mejadi acuan dan memperlihatkan bahwa budaya kita belum mati, dan masih bisa eksis, bahkan di luar negri sekalipun

dimana harus melestarikan budaya?

di lingkungan sekitar kita banyak budaya, hanya saja beberapa masyarakat menutup mata akan budaya itu, tidak usah jauh-jauh, terkadang kita pun melihat para pengamen jalanan yang menggunakan budaya tradisional, contoh nya ada yang ngamen menggunakan angklung, gamelan, dan lain-lain.

kapan kita harus melestarikan budaya?

sekarang juga, jika tidak sekarang, kapan? budaya kita itu menarik, bahkan banyak orang luar yang ingin belajar budaya kita, jika kita tidak melestarikan dari sekarang, hilang lah kebudayaan negara ini, dan takan ada lagi daya tarik untuk wisatawan ke negri ini.

kenapa penting untuk melestarikan budaya?

karena budaya adalah cermin dari sebuah bangsa, jika sebuah bangsa kehilangan budaya nya, maka jangan harap negara tersebut menjadi negara yang besar.

bagaimana melestarikan budaya?

kita bisa mulai dengan mengikuti sebuah club atau kelompok seni tradisional yang berada di daerah kita masing-masing, bahkan sekarang banyaksekolah dan universitas yang memberi atau membuat ekstrakurikuler kebudayaan indonesia, seperti tarian Cendrawasi, pernikahan adat, nyanyian adat (Wani, Tupi, Tupe, Komauga,dll)

Masalah Exploitasi Alam di Papua

slide1

(Surganya papua sedang dirusak) By Yosep Papuanus Iyai

Berdasarkan penelusuran data di internet, berbagai kasus lingkungan untuk Papua paling banyak muncul di website suarapapua.com dimana terdapat kolom khusus lingkungan yang sangat membantu siapapun yang membutuhkan data terkait lingkungan di Papua.

Muncul 23 berita terkait lingkungan pada empat media yaitu di dua media online lokal Papua yaitu suarapapua.com dan tabloidjubi.com. Sedangkan untuk media nasional yaitu ANTARA dan tribunnews.com. Masalah lingkungan juga muncul di beberapa media nasional tetapi dengan isu yang sama.

PT Freeport Indonesia
Dari berbagai kasus, yang paling menonjol adalah PT Freeport Indonesia. Di awal tahun ini, PT Freeport Indonesia dikabarkan menunjuk mantan Wakil Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Maroef Sjamsoeddin, sebagai presiden direktur yang baru menggantikan Rozik B. Soetjipto yang akan memasuki masa pensiun dalam waktu dekat.

Selain pergantian presiden direktur tersebut, persoalan pembangunan smelter PT. Freeport Indonesia menjadi soroton banyak media, baik di Papua dan di tingkat nasional. Pemerintah Indonesia yang awalnya merencanakan pembangunan smelter ini di Gresik, Jawa Timur mendapat perlawanan dari Pemerintah Daerah Provinsi dalam hal ini Gubernur, Lukas Enembe.

Berbagai upaya dilakukan Lukas Enembe agar smelter PT Freeport Indonesia dibangun di Papua. Lukas Enembe mengajak serta bupati-bupati se-Papua untukmendukung sikap politiknya yang meminta smelter PT Freeport harus dibangun di Papua ini. Tidak tanggung-tanggung, Lukas Enembe mengancam akan mengusir keluar PT Freeport Indonesia dari Papua bila smelter tersebut dibangun di luar Papua.

Salah satu anggota Komisi VII DPR, Tony Wardoyo mendesak juga mendesak PT Freeport Indonesia agar mendirikan smelter di Papua dan pemerintah harus membuat regulasi tentang pembangunan smelter tersebut. Sementara itu,sebagian tokoh masyarakat adat di sekitar tempat Freeport beroperasi menganggap konflik penembakan di Timika adalah skenario aparat keamanan dalam merebut posisi Presiden Direktur PT Freeport Indonesia.

Gelombang proteslainnya berasal dari Ketua Dewan Adat Daerah (DAD) Paniai, John NR Gobai walau tidak berbicara tentang smelter. Gobay mengatakan, PT Freeport Indonesia (PT FI) harus melibatkan masyarakat adat dalam peninjauan ulang Kontrak Karya II karena masyarakat adat adalah pemilik hak ulayat atas tanah yang dieksploitasi besar-besaran oleh PT Freeport Indonesia.

PT Nabire Baru, Perusahaan Kelapa Sawit

Persoalan lingkungan yang juga cukup menonjol setelah Freeport di media massa pada Januari 2015 adalah dampak lingkungan dan sosial yang disebabkan kehadiran PT Nabire Baru, sebuah perusahaan kelapa sawit yang beroperasi di Kabupaten Nabire. Beberapa tahun terakhir, kawasan hutan lindung terus ditebang oleh pihak perusahaan bersama oknum aparat keamanan. Daerah Wami dan Sima, Distrik Yaur, bagian barat Nabire, misalnya, puluhan hektar hutan saat ini rusak akibat penebangan liar.

Untuk kondisi ini, Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Komite Kota Yogyakarta mengutuk tindakan perusahaan kelapa sawit yang menggunakan jasa aparat keamanan untuk melakukan tindakan kekerasan terhadap masyarakat pemilik hak ulayat di Kampung Sima, Nabire, Papua.

Untuk kebutuhan lahan tanah, Daerah Keramat dan Dusun Sagu Dibabat Habis PT Nabire Baru. Daerah keramat yang selama ini dirawat masyarakat Suku Waoha, Koroba, Sarakwari dan Akaba, dibabat habis perusahaan. Dusun sagu sebagai sumber penghidupan mereka juga ikut dibabat habis.
Tidak tinggal diam melihat kondisi ini, Masyarakat Adat Suku Besar Yerisiam yang terdiri dari empat suku di dalamnya menyatakan komitmen untuk segera menutup perusahaan perkebunan kelapa sawit di kampung Wami dan Sima, Distrik Yaur, Kabupaten Nabire, Papua.

Penambangan Liar di Dageuwo
Masalah lama lain yang masih belum dituntaskan Pemerintah tetap mendapat pengawalan atas keberlanjutan kasus. LPMA Swamemo dengan tuntutan yang sama sejak beberapa tahun silam juga muncul kembali di media masa pada Januari 2015 ini. Penambangan liar tetap menjadi fokus lembaga ini.

Instruksi Pemerintah untuk memberhentikan kegiatan pertambangan emas di sepanjang Sungai Degeuwo, Kabupaten Paniai, Papua, dalam Surat Keputusan Gubernur Papua Nomor 1 tahun 2011, tentang pemberhentian kegiatan penambangan emas ilegal tanpa ijin di seluruh wilayah Papua dan Instruksi Bupati Kabupaten Paniai dengan Nomor 53 tahun 2009, tentang penutupan lokasi penambangan emas belum ditindaklanjutimembuat gerah LPMA Swamemo.

LPMA Swamemo meminta tiga perusahaan ilegal yang sedang beroperasi seperti PT Martha Minning, milik Ibu Antoh; PT Madinah Qurrata’ain, milik Haji Hari dan CV Komputer milik Haji Marzuki untuk segera patuhi kebijakan pemerintah yaitu meninggalkan Dageuwo.

Masalah Lingkungan Lainnya
Masalah Lingkungan Lainnya yang juga mendapat perhatian media massa adalah kerusakan cagar alam di Biak yang disoroti Dewan Adat Biak. Sedangkan di Merauke, untuk mengantisipasi wabah demam berdarah, Bupati Mbaraka menghimbau masyarakat untuk jaga kebersihan lingkungan.
Di Kabupaten Jayapura, terkait illegal logging, Tim kriminal khusus Polda Papua menahan lima truk mengangkut kayu jenis merbau atau kayu besi, pada Rabu (07/01/2015) lalu. Penahananan dilakukan di sekitar kampung Sentosa KM 55 Distrik Unurumguai, Kabupaten Jayapura, Papua.

Di Biak, Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Biak Numfor, hingga 2015 masih kekurangan tenaga teknis ahli lingkungan sehingga belum optimal dalam pengoperasian laboratorium yang dimiliki.

Di Wamena, Bupati Kabupaten Jayawijaya, John Wempi Wetipo memerintahkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) segera membongkar gubuk-gubuk kecil yang dibangun oleh masyarakat di Baliem Cottage, pasca penggusuran beberapa waktu lalu. (*)

Analisis Lingkungan, Januari 2015
PT Freeport Indonesia (PT FI) yang dikabarkan menunjuk mantan Wakil Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Maroef Sjamsoeddin, sebagai presiden direktur yang baru menggantikan Rozik B. Soetjipto merupakan upaya pendekatan pengamanan asset kapitalis di Papua. Upaya ini bertujuan mendekatkan rentang komando militer dari daerah ke pusat demi menekan berbagai pengeluaran di bidang keamanan.

Bukan lagi rahasia, kehadiran PT FI sejak 1967 di Papua merupakan anugrah bagi aparat ABRI saat itu tetapi merupakan bencana bagi Rakyat Papua. Berbagai konflik dimunculkan di wilayah sekitar penambangan, baik konflik vertikal maupun horizontal demi mendapat proyek pengamanan dari perusahaan yang terus menerus mengeruk isi bumi Papua ini.

Kesadaran kritis masyarakat di sekitar wilayah pertambangan yang tidak pernah muncul menumbuhsuburkan kekerasan dan konflik yang meminta korban jiwa setiap saat. Riak protes dari masyarakat adat tidak berdampak terhadap proses operasi PT FI. Penggunaan kekuatan militer Indonesia sangat Pasca gagal memperjuangkan Otsus Plus di Jakarta pada 2013 lalu, Gubernur Provinsi Papua, Lukas Enembe lalu memperjuangkan pembangunan smelter PT FI di Papua saat pemerintah merencanakan pembangunannya di Gresik, Jawa Timur karena berbagai pertimbangan. Anggota Komisi VII DPR, Tony Wardoyo juga ikut mendesak PT FI mendirikan smelter di Papua, bukan hanya smelter tetapi menurutnya, pemerintah juga harus membuat regulasi tentang pembangunan smelter tersebut.

Berbagai upaya dilakukan demi ‘kenyamanan’ PT FI dalam beroperasi padahal keuntungan yang diperoleh PT FI selama ini tidak sebanding dengan apa yang diberikan PT FI kepada masyarakat pemilik tanah yang dieksplorasi dan dieksploitasi sedemikian rupa. Sampai akhir Januari, belum ada keputusan dari Pemerintah Indonesia, di mana akan dibangun smelter PT FI ini.

Pembangunan smelter bukan seperti membangun sebuah (rumah took) yang lagi trend di kota-kota besar di Papua. Dampak negatif akan lebih banyak dinikmati masyarakat adat Papua sedangkan keuntungan terbesarnya tentu dinikmati perusahaan kapitalis ini. Hanya demi memenuhi ambisi politik, Gubernur memperjuangkan sesuatu yang akan manjadi masalah baru bagi masyarakat Papua.

Selanjutnya adalah kehadiran PT. Nabire Baru, sebuah perusahaan pengelola kelapa sawit yang menjadi masalah bagi masyarakat adat di Nabire. Seperti kisah perusahaan kelapa sawit lainnya di Tanah Papua, proses masuknya persusahaan ini dengan cara-cara tidak patut dan sangat merugikan pemilik ulayat tanah. Tanda tangan atau cap jempol tetua adat melegalkan beroperasinya perusahaan ini dengan meminggirkan masyarakat adat. Kondisi yang sama dialami masyarakat adat Papua di tempat lain yang wilayahnya dimasuki perusahaan sawit.

Pengamanan perusahaan dengan menggunakan aparat keamanan sangat meresahkan masyarakat. Demi kenyamanan perusahaan, tidak tanggung-tanggung pihak aparat keamanan memberikan label separatis atau OPM kepada pemilik ulayat tanah untuk dapat menangkap dan menahan mereka. Pola pecah belah yang digunakan perusahaan sawit dalam memecah masyarakat adat masih sangat efektif karena uang menjadi tawaran menggiurkan tetua adat maupun kepala suku.

Advokasi yang dilakukan berbagai lembaga lingkungan tidak berarti apa-apa bila pada akhirnya masyarakat adat pemilik hak ulayat tanah ‘berkompromi’ dengan pemilik perusahaan kelapa sawit. Belajar dari pengalaman, diperlukan strategi advokasi yang lebih kuat dimana masyarakat adat harus lebih mengenal jati diri dan harga dirinya agar tidak mudah dibeli dengan uang.
Berbagai gerakan penolakan kehadiran perusahaan sawit harus menjadi perlawanan bersama karena bila tidak, Papua hanya akan menjadi sejarah umat manusia.

Persoalan lingkungan hampir merata di seluruh Tanah Papua. Tidak ada satupun wilayah yang bebas dari masalah lingkungan dan Freeport adalah masalah terbesar bagi Orang Papua. Terlepas dari apapun itu, lingkungan adalah masalah manusia di masa mendatang. Ketidakseimbangan lingkungan akan menjadi bencana tersendiri bagi manusia.

Banjir adalah contoh terdekat yang dapat dirasakan manusia modern. Di kota-kota besar di Papua yang telah mengalami banjir dan hal ini tentu tidak terjadi tanpa sebab. Pembabatan hutan lindung dan hutan-hutan penyangga yang digunakan untuk pemukiman karena arus imigrasi yang tak terbendung menjadi penyebab utama banjir ini.

Semua yang terjadi dalam hidup manusia modern hari ini adalah hal yang saling terkait. Pihak yang paling diuntungkan dalam masalah ini adalah aparat keamanan yang dalam mengamankan perusahaan juga dapat melakukan bisnis militer termasuk penjualan kayu-kayu hasil penebangan wilayah (clearing area) dijual berdasarkan kesepakatan-kesepakatan dengan pihak perusahaan.

Bencana alam yang dialami manusia bukanlah semata kehendak Tuhan tetapi disebabkan ketamakan manusia lain menguasai bumi dan isinya.

 

By: Yosep Papuanus Iyai

University of Lampung 2017