KOMPASS-SUMATERA

Home » Kebudayaan

Category Archives: Kebudayaan

Pentingnya Budaya

(Oleh: Yosep Papuanus Iyai).

Negara Indonesia adalah negara kultural, yang artinya ditempati atau diduduki oleh masyarakat(rakyat) yang memiliki bermacam-macam kebudayaan. Patut disyukuri, karena walaupun Indonesia di huni oleh beranekaragam budaya, Indonesia masih tetap bisa bertahan sebagai negara yang utuh. Itu semua di karenakan adanya falsafah Indonesia yang disebut Pancasila. Dimana dalam sila ketiga telah disebutkan, yang berbunyi “Persatuan Indonesia”.

Disamping Pancasila, Sumpah Pemuda pun menjadi alat untuk pemersatu bangsa Indonesia.

Pentingnya mempertahankan budaya yang ada di Indonesia, karena mulai masuknya budaya-budaya asing yang masuk ke Indonesia. Kurangnya filterisasi terhadap budaya asing yang masuk ke Indonesia membuat budaya yang ada di Indonesia mulai luntur.

Sebagai contoh yang kongkrit, bila ada hari-hari besar di Indonesia masyarakat sekarang umumnya memperingati dengan cara hura-hura/meminum-minuman keras. Kurangnya kesadaran dan tidak adanya filterisasi menjadi ancaman yang serius untuk kebudayaan di Indonesia. Tak hanya itu, lunturnya kebudayaan di Indonesia disebabkan oleh arus globalisasi yang sangat cepat, dimulai dari tekhnologi, hingga bahasa pun menjadi korban. Kita lihat saja, jarang sekali anak-anak sekarang yang bermain-permainan daerah, yang meraka tahu hanya playstation(PS). Itu contoh yang sangat buruk bagi Indonesia.

Bukan hanya itu banyaknya kebudayaan Indonesia yang diclaim oleh negara lain pun menjadi ancaman yang sangat serius bagi bangsa Indonesia, kurang proteksi dan jarangnya ditampilkan suatu kebudayaan, tersebutlah yang menyebabkan Indonesia telah kehilangan banyak budaya atau di claim oleh negara lain.

Akan tetapi sungguh tidak etis bila kita hanya membicarakan pengaruh-pengaruh yang dapat melunturkan kebudayaan di Indonesia. Kita selaku bangsa dan rakyat Indonesia seharusnya pun sadar, akan pentingnya bentuk suatu kebudayaan. Bukan hanya memahami, akan tetapi mulai dari sekarang mencoba untuk tetap melestarikan kebudayaan-kebudayaan yang ada di Indonesia. Selain itu, harus ditingkatkannya rasa nasionalisme untuk negara Indonesia.

Jangan sampai, kejadian-kejadian yang telah dapat melunturkan kebudayaan terjadi kembali di masa yang akan datang. Jangan pula anak cucu kita, tidak tahu apa itu wayang golek,wayang kulit, tari-tari tradisional, alat musik tradisional. Oleh karena itu, mulailah dari sekarang untuk meningkatkan rasa kebangsaan, dan nasionalisme, agar kita dapat mempertahankan kebudayaan.

Advertisements

Perlunya Melestarikan Budaya

Mari angkat Budaya Papua (Oleh; Yosep Papuanus Iyai)

20131103-041

Budaya adalah suatu warisan dari leluhur atau nenek moyang kita yang tidak ternilai harganya. Negara Indonesia disebut Negara maritim karena dikelilingin oleh banyak pulau, budaya Indonesia sangat banyak dan beraneka ragam,budaya itulah yang seharusnya kita jaga dan kita lestarikan agar tidak punah atuapun diclam oleh Negara lain.

Indonesia Negara yang sangat kaya dan unik,negara Indonesa juga beraneka ragam suku bangsanya. Tapi sangat disayangkan setelah banyak pengakuan dari negara lain bahwa tari pendet,masakan padang,reog diponogoro diclam oleh negara tetangga baru Indonesia merasa itu adalah budaya yang harus dilestarikan. Negara tetangga menjadikan budaya kita sebagai aset pariwisata yang sangat menguntungkan. Mangapa kita tidak melakukan itu? yang berdampak positif bagi Negara kita, Baik dalam bertambahnya pendapatan Negara dan kita juga sudah melestarikan budaya kita sendiri.

Saya sebagai generasi muda ingin sekali memberikan pencerahan bahwa budaya itu perlu dilestarikan salah satunya adalah tidak malu belajar menari dari 30 propinsi yang ada diindonesia dan seandainya kita bisa kita harus mengajarkannya kepada anak-anak yang masih dini karena mereka adalah salah satu generasi bangsa yang akan memimpin negeri kita tercinta ini.

Satu hal lagi yang bisa kita lakukan,memang tidak akan mengalami perubahan besar tetapi dari hal kecil yang kita lakukan kita mendapat perubahan yang besar. Janganlah malu memakai produk dalam negeri bukan berarti produk dalam negeri itu kulitas dan kuantitasnya tidak bagus. Justru produk indonesia banyak disukai oleh Negara tetangga. Buktinya saja batik, banyak sekali turis mancanegara yang membawa cendra mata batik apabila datang keindonesia. Jadi megapa kita harus malu memakai produk dalam negeri? justru itu bisa membantu perekonomian di Negara kita.

Upaya-Upaya Untuk Melestarikan Budaya Asli Indonesia

Bangsa Indonesia terdiri dari beragam suku bangsa dan unsur kebudayaan yang sebagaimana tersirat dalam Bhineka Tunggal Ika yang artinya “ walaupun berbeda – beda tetap satu jua “Kebudayaan lama atau yang sering disebut kebudayaan asli bangsa indonesia dimana kebudayaan ini belum terjamah oleh kebudayaan asing harus tetap kita pertahankan karena ini merupakan suatu kebanggaan atau kekayaan bangsa kita, oleh karena itu agar kebudayaan – kebudayaan asli bangsa indonesia ini tetap ada marilah kita jaga bersama, adapun cara memelihara kebudayaan asli bangsa indonesia adalah sebagai berikut :

  1. Melalui Media Massa

Media massa mempunyai tugas dan kewajiban selain menjadi sarana dan prasarana komunikasi untuk mengakomodasi segala jenis isi dunia dan peristiwa-peristiwa di dunia ini melalui pemberitaan atau publikasinya dalam aneka wujud (berita, artikel, laporan penelitian, dan lain sebagainya) dari yang kurang menarik sampai yang sangat menarik, dari yang tidak menyenangkan sampai yang sangat menyenangkan tanpa ada batasan kurun waktu.

Media massa dan manusia mempunyai hubungan saling ketergantungan dan saling membutuhkan karena masing-masing saling mempunyai kepentingan, masing-masing saling memerlukan. Media massa membutuhkan berita dan informasi untuk publikasinya baik untuk kepentingan media itu sendiri maupun untuk kepentingan orang atau institusi lainnya. Di lain pihak, manusia membutuhkan adanya pemberitaan, publikasi untuk kepentingan-kepentingan tertentu.

Televisi sebagai media publik mempunyai daya tarik yang kuat tidak perlu dijelaskan lagi, kalau radio mempunyai daya tarik yang kuat disebabkan unsur-unsur kata-kata, musik dan sound effect, maka televisi selain ketiga unsur tersebut, juga memiliki unsur visual berupa gambar. Dan gambar ini bukan gambar mati, melainkan gambar hidup yang mampu menimbulkan kesan yang mendalam pada penonton. Daya tarik ini selain melebihi radio, juga melebihi film bioskop, sebab segalanya dapat dinikmati di rumah dengan aman dan nyaman, sedang televisi itu selain menyajikan film juga programa yang lain seperti seni tradisional. Sesuai fungsinya, media massa (termasuk televisi), selain menghibur, ada tiga fungsi lainnya yang cukup penting. Harold Laswell dan Charles Wright (1959) membagi menjadi empat fungsi media (tiga dicetuskan oleh Laswell dan yang ke empat oleh Wright). Keempat fungsi media tersebut adalah:

– Pengawasan (Surveillance)

– Korelasi (Correlation)

– Penyampaian Warisan Sosial (Transmission of the Social Heritage)

– Hiburan (Entertainment)

  1. Pementasan – Pementasan

walau tidak mudah upaya-upaya pelestarian budaya kita harus tetap gencar dilakukan dengan berbagai cara diantaranya adalah pementasan-pementasan seni budaya tradisional di berbagai pusat kebudayaan atau tempat umum yang dilakukan secara berkesinambungan. Upaya pelestarian itu akan berjalan sukses apabila didukung oleh berbagai pihak termasuk pemerintah dan adanya sosialisasi luas dari media massa termasuk televisi. Maka cepat atau lambat, budaya tradisional kembali akan bergairah

  1. Melibatkan peran pemerintah

Mengembalikan peran aparat pemerintah sebagai pengayom dan pelindung, dan bukan sebaliknya justru menghancurkannya demi kekuasaan dan pembangunan yang berorientasi pada dana-dana proyek atau dana-dana untuk pembangunan dalam bidang ekonomi saja .

Dan tugas utama yang harus dibenahi adalah bagaimana mempertahankan, meMlestarikan, menjaga, serta mewarisi budaya lokal dengan sebaik-baiknya agar dapat memperkokoh budaya bangsa yang akan megharumkan nama Indonesia. Dan juga supaya budaya asli negara kita tidak diklaim oleh negara lain.

  1. Menyelenggarakan Mata Pelajaran Muatan Lokal

Dengan Sekolah Menyelenggakan Mata Pelajaran Muatan dan ekstrakurikuler wajib berbasis pelestarian seni budaya setempat, dapat menimbulkan rasa cinta dan bangga memiliki kebudayaan tersebut, dengan demikian para genarasi muda dapat mengetahui kebudayaan – kebudayaan yang ada di Indonesia.

PERTANYAAN DAN JAWABAN:

apa pentingnya melestarikan budaya?

jelas penting, karena budaya adalah aspek terpenting dari negara, budaya bisa menjadi cirikhas sebuah negara, bisa menarik wisatawan asing

siapa yang harus melestarikan budaya?

mulai dari diri sendiri, jika kita tidak cinta budaya kita sendiri, budaya kita akan punah, ya, kesadaran diri sendiri memang sangat sulit jika kita melihat remaja sekarang, mereka justru termakan budaya asing, dan melupakan budaya kita sendiri, mereka menganggap budaya kita itu kuno, ketinggalan jaman, dan tidak asik, tapi masih ada juga yg mencintai budaya indonesia, ada yang memang kemauan diri sendiri, atau paksaan dari orang tua, tapi setidak nya itu masih bisa mejadi acuan dan memperlihatkan bahwa budaya kita belum mati, dan masih bisa eksis, bahkan di luar negri sekalipun

dimana harus melestarikan budaya?

di lingkungan sekitar kita banyak budaya, hanya saja beberapa masyarakat menutup mata akan budaya itu, tidak usah jauh-jauh, terkadang kita pun melihat para pengamen jalanan yang menggunakan budaya tradisional, contoh nya ada yang ngamen menggunakan angklung, gamelan, dan lain-lain.

kapan kita harus melestarikan budaya?

sekarang juga, jika tidak sekarang, kapan? budaya kita itu menarik, bahkan banyak orang luar yang ingin belajar budaya kita, jika kita tidak melestarikan dari sekarang, hilang lah kebudayaan negara ini, dan takan ada lagi daya tarik untuk wisatawan ke negri ini.

kenapa penting untuk melestarikan budaya?

karena budaya adalah cermin dari sebuah bangsa, jika sebuah bangsa kehilangan budaya nya, maka jangan harap negara tersebut menjadi negara yang besar.

bagaimana melestarikan budaya?

kita bisa mulai dengan mengikuti sebuah club atau kelompok seni tradisional yang berada di daerah kita masing-masing, bahkan sekarang banyaksekolah dan universitas yang memberi atau membuat ekstrakurikuler kebudayaan indonesia, seperti tarian Cendrawasi, pernikahan adat, nyanyian adat (Wani, Tupi, Tupe, Komauga,dll)

Suku Bangsa Asli Papua Menurut Urutan Abjad

(Hasil Sensus Penduduk 20007)

Hasil gambar untuk jumlah suku dan bahasa di papua

Kode Nama Suku Jumlah Penduduk
     
2 Abau 65
7 Adora 92
8 Aero 63
9 Aghu 24
10 Aiduma 142
11 Aikwakai 105
12 Air Mati 1.814
13 Airo Sumaghaghe 171
14 Airoran 118
15 Aiso 46
21 Amabai 1.082
23 Amanab 219
25 Amberbaken 4.461
30 Amungme 6.181
31 Amungme, Amung, Hamung 271
36 Anu 68
40 Araikurioko 43
41 Arandai 4.379
42 Arfak 11.313
43 Arguni 1.042
47 Asienara 81
49 Asmat 29.304
51 Atam, Hatam 1.692
54 Atogoim, Autohwaim 3.550
56 Atori 98
58 Auyu 28.097
59 Awyi, Awye 194
60 Awyu, Away 1.243
61 Ayamaru 10.452
62 Ayfat 4.920
67 Baburua, Babiriwa, Babirua, Barua 142
73 Baham 17.233
92 Banlol 125
101 Barau 169
106 Baso 941
114 Bazi, Baudi, Bauji, Bauri 9.837
115 Bedoanas 153
127 Berik 1.461
131 Betch-Mbup 129
132 Bgu, Bonggo 200
133 Biak-Numfor, Mafoorsch, Noefor 148.104
135 Biga 2.578
136 Biksi 40
140 Bipim 195
141 Bira 2.776
143 Bismam 2.358
152 Boneraf 30
155 Borto 33
157 Brazza 50
158 Bresi 26
168 Bunru 118
172 Buruwai 1.603
173 Busami 357
180 Citak Mitak, Cicak 7.702
187 Damal 27.690
190 Dani, Ndani 146.439
221 Dem, Lem 39
222 Demisa 973
223 Demta 6.870
224 Dera 316
227 Dive, Dulve 1.665
233 Dosobou 485
235 Dou, Doufou 878
236 Dubu 414
242 Edopi 367
243 Eipomek 54
244 Ekagi, Ekari 75.348
246 Emari Ducur 59
251 Emumu 49
261 Eritai 823
262 Faoau 37
263 Faranyao 63
266 Fayu 1.152
268 Foau 690
282 Gebe 1.324
286 Gressi, Gressik 4.397
291 Hambai 3.788
294 Hattam 8.860
298 Hmanggona, Hmonono 11
303 Humboldt 20
304 Hupla 34
309 Iha 4.635
312 Imimkal 40
314 Inanwatan 14.984
315 Irarutu, Irahutu 10.027
316 Iresim 100
317 Iri 265
318 Iriemkena 561
319 Isirawa, Okwasar 2.805
320 Ittik-tor 66
321 Iwur 3.591
322 Jaban 292
324 Jair 220
325 Janggu 260
330 Jinak, Zinak 961
332 Joerat 2.663
336 Kaeti 37
339 Kaigir, Kayagar Kayigi 2.822
341 Kaimo 125
343 Kais 89
345 Kalabra 450
353 Kambrau, Kamberau 2.018
354 Kamoro 8.565
355 Kaniran 20
358 Kanum 101
360 Kapauku 37
361 Kapauri, Kapori 500
362 Kaptiau 404
363 Karas 710
366 Karfasia 19
368 Karon 3.816
370 Kasueri 52
374 Kaugat 49
375 Kaunak 90
377 Kauwol, Kauwor 713
378 Kawe 1.412
384 Kaygir 1.464
385 Kayumerah 486
387 Keburi 374
394 Kembrano 27
396 Kemtuk, Kemtuik 4.157
404 Kerom 3.144
405 Keron 49
406 Ketengban 8
409 Kiamorep 406
410 Kimagama Kaladar 4.380
411 Kimaghama 3.504
412 Kimbai 208
413 Kimyal 22.736
419 Koiwai Kaiwai, Kawiai 966
420 Kokoda 3.035
421 Kokonau 515
424 Kombai 7.476
427 Konerau 469
429 Korapun 18
431 Korowai 57
432 Korufa 35
433 Kotogut Kupel 135
439 Kuangsu 96
447 Kupol 17
448 Kuri 909
449 Kurudu 1.078
451 Kwerba, Air Mati, Nabuk 17
452 Kwesten 1.647
460 Lakahia 486
469 Lani 147.978
473 Lau 31
490 Lha 206
517 Maden 18
518 Madidwana 13
519 Madik 1.153
524 Mairasi 3.267
535 Mander 82
536 Mandobo 11.871
537 Manem 83
540 Manikion 6.120
542 Maniwa 93
544 Mansim 284
547 Manyuke 15
548 Mapi 2.610
551 Marau 72
553 Marengge, Maremgi 209
554 Marind Anim 21.531
562 Maswena 92
565 Mawes 1.079
568 Me Mana 49.368
570 Meibrat 8.328
571 Meiyakh 3.575
573 Mekwai, Menggei, Mengwei, Mung 66
595 Memana 82
596 Meninggo 19
602 Meoswar 13
603 Mer, Miere 238
606 Mey Brat 10.323
607 Meyah, Meyak 758
609 Mimika 3.118
612 Mintamani 25
613 Mire 363
616 Modan 36
622 Moi, Mooi 5.384
623 Moire 2.637
624 Molof 466
625 Mombum 399
626 Momuna 107
627 Moni 22.463
628 Mooi 13.216
629 Mor 5.012
630 Moraid 1.310
635 Morwap 13
636 Mosana 74
637 Mosena 55
643 Mukamuga 15
647 Munggui 1.604
649 Muri 197
650 Murop 2.438
654 Muyu 13.750
656 Nabi 701
657 Nabuk 404
658 Nafri 1.257
662 Nagramadu 8
665 Nalca 4
666 Namatote 53
668 Nararafi 101
669 Ndom, Dom 27
670 Nduga, Ndugwa, Dauwa 23.047
671 Nefarpi 18
673 Nerigo 114
679 Ngalik, Yali Yalik 17.869
680 Ngalum 51.774
686 Nimboran, Nambrung 7.272
687 Nisa 109
698 Onin 1.999
700 Oria, Uria 553
701 Oser 36
711 Palamul 33
712 Palata 129
720 Papasena 648
735 Patimuni 43
750 Pesekhem 8
755 Pisa 4
758 Pom 3.617
769 Pyu 42
780 Riantana 17
786 Roon 700
790 Safan 197
793 Sailolof 953
799 Samarokena 9
805 Sangke 24
809 Sapran 20
813 Sarmi 3.493
815 Sasawa 153
816 Sause 750
817 Sawa 44
821 Saweh 46
822 Sawi 2.561
823 Sawung 74
824 Sawuy 25
829 Seget 255
834 Sekar 122
837 Seko, Seka, Sko 846
838 Sela 11
845 Semimi 1.378
846 Sempan 4.782
848 Sentani 25.742
857 Serui, Serui laut, Arui 33.407
859 Siamai 6.223
862 Sikari 2.007
866 Silimo 21
869 Simori 833
873 Skofro 193
875 Sobei 5.380
877 Somage 76
878 Sough 20.429
879 Suabau, Suabo 286
889 Surai 40
892 Syiaga-Yenimu 46
895 Tabati 3.133
897 Tabla 3.788
898 Tabu 169
912 Tandia 21
915 Taori 33
916 Tapiro 22
917 Tapuma 40
919 Tarfia, Tarpia 936
920 Taurap 509
923 Tehid, Tehit, Tehiyit 13.093
930 Timorini 159
931 Tinam 20
967 Tomini 31
981 Tori 37
999 Turu 36
1009 Umari 15
1011 Una 59
1015 Unisiarau 11
1016 Unurum 1.681
1017 Urangmirin 8
1018 Uria 662
1019 Urundi 4
1020 Ururi 9
1021 Uruway 91
1023 Usku 84
1024 Voi 31
1027 Waigeo 5.134
1028 Waina 28
1029 Waipam 13
1030 Waipu 30
1032 Walsa 1.388
1033 Wambon 598
1034 Wamesa 10.219
1036 Wanam 44
1037 Wandamen 11.091
1038 Wandub Wambon 17
1040 Wanggom, Wanggo 19
1041 Wano 83
1043 Warembori 1.170
1044 Waris 185
1045 Waropen, Worpen 15.374
1050 Wembi 45
1052 Wodani 55
1053 Woi 6.876
1054 Wolani, Woda, Wodani 4.655
1055 Woriasi 47
1057 Yaban 42
1058 Yabi 92
1059 Yagay 14.005
1060 Yahadian 607
1061 Yahrai 128
1062 Yahray 17
1064 Yaly 61.009
1066 Yapen 26.645
1067 Yeti 28
1068 Yey 1.315
J  U  M  L  A  H 1.460.846

SUKU DAN BAHASA PAPUA

Suku Bangsa (Etnis) dan Bahasa Daerah

Hasil gambar untuk jumlah suku dan bahasa di papuaHasil gambar untuk jumlah suku dan bahasa di papua

No. Kab. / Kota Nama Suku
1. Kota Jayapura
Kayu Batu / Kayu Pulau Tobati / Enggros Nafri Skouw Sentani
2. Kab. Jayapura
Demta Kaureh Kemtuk Kawamsu Mekwei Narau
Gresi Sentani Nimboran Oria Ormu Kapori
Foya Sauso Tabia Tarpia Taworta
Yansu Yamna Kendate Tofamna Bauwi
3. Kab. Keerom
Awyi Janggu Manem Molof Sangke Senggi
Abra Taikat Sowei Usku Waina Waris
Dera Yafi Dubu Emumu
4. Kab. Sarmi
Akwaikai Bapu Baso Bausi Berik Betaf
Airoran Bonerif Bonggo Babe Dabra Foau
Anus Lairawa Itik Kabera Kabera Kapitiauw
Baburiwa Kauweraweo Keder Kwerba Kwesten Liki
Bagusa Mander Maremgi Masimasi Massep Nopuk
Yarsun Papasena Podena Samarokena Sobei
Tauraf Wakde Marembori Wares Warotai
5. Kab. Biak Numfor
Biak
6. Kab. Yapen Waropen
Amabi Ansus Busami Karema Kurudu Marau
Munggui Nisa Papuma Pom Arui Woi
Anate Nakabui
7. Kab. Waropen
Borapasi Bonefa Kofei Sauri Siromi Tafaro
Waropen Wairata Burate Sedasi Otodema Demisa
Demba
8. Kab. Mimika
Komoro Sempan Damal
9. Kab. Jayawijaya
Nduga Walak Hugula
10. Kab. Yahukimo
Hmanggona Hupla Inlom Korupun Sela Kosare
Momuna Nipsan Ngalik Lani Lembah
11. Kab. Tolikara
Eiponek Taori Kwerisa Toarikei Turui
12. Kab. Pegunungan Bintang
Yali Ngalum Biksi Ketangban Tyu Sukubatong
Una
13. Kab. Paniai
Mee Dou Wodam
14. Kab. Puncak Jaya
Lani Barat Dem Duvle Fayu Kiri-kiri Moni
Tause Wano
15. Kab. Nabire
Iresim Mor Tunggare Yaur
16. Kab. Merauke
Bian Marind Kanum Kimaghama Maklew Marin Mombum
Moraori Yey Sota
17. Kab. Asmat
Asmat Citak Pisa Sawi Tamnim Warkai
Biplim
18. Kab. Mappi
Airo Awyu Kayagar Siagha Tamagario Yaghay
Yaninu Sumaghaghe
19. Kab. Boven Digoel
Aghul Iwur Katik Kauwoi Kombai Korowai
Kotogut Yanggon Okparimen Ninggerum Wambon Wanggom
Yair
Sumber Dinas Kebudayaan Provinsi Papua, 2007